annahla

MEMBUMIKAN AL-QUR'AN & PENEBAR DAKWAH

Prestasi

Profil

Tausiyah

Video

Post Page Advertisement [Top]






Umrah dan haji adalah ibadah perjuangan, saya setuju dengan itu. Apalagi menjelang Ramadhan, jumlah jamaah yang melakukan umrah jauh lebih banyak dari bulan-bulan biasa. Apalagi ditempat tempat yang mustajabah untuk berdoa. Penuh sesak dengan mata-mata nanar dan penuh pengharapan bermunajat kepada sang Khaliq. Bisa dikatakan Masjidil Haram dan Mesjid Nabawi adalah mesjid yang tidak pernah tidur dan sepi dari jamaah.



Namun ada satu pemandangan yang menyayat hati, meluluh lantahkan kesombongan dan keangkuhan, mempertanyakan rasa syukur yang kita miliki. Betapa tidak, malam itu diantara kerumunan ribuan jamaah yang sedang melaksanakan tawaf, ada seorang kakek yang bahkan allah berikan kenikmatan (red.dari sudut pandang berbeda) dengan kondisi fisik yang tidak sempurna. Beliau tidak bisa berjalan, dan juga tidak menyewa kursi roda dan pemandu tawaf (kemungkinan tidak cukup biaya) namun beliau merangkak (ngesot) sambil memuji Allah sembari mengelilingi ka'bah sampai sempurna tujuh putaran.



Tidakkah tersentuh hati kita melihat yang demikian?
Kita, diberikan kesempurnaan oleh Allah dengan kondisi fisik yang tidak cacat.
Kita, dicukupkan Allah rezeki yang mungkin sedikit lebih banyak dari beliau.
Namun kita masih merasa Allah belum sayang kepada kita tatkala tidak semua doa kita di ijabah.
Namun kita masih mengeluh kekurangan padahal kita tidak pernah merasakan kelaparan.
SUDAHKAH KITA BERSYUKUR??
ATAU KITA MERASA BERSYUKUR NAMUN MASIH BANYAK YANG KITA KELUHKAN.

Melihat pemandangan itu tak terasa air mata ini menetes. Sangat terasa bahwa hamba ini adalah manusia yang masih banyak kekurangan. Sementara mereka dengan kekuranganyya malah tersenyum memuji Allah SWT.

Mari mengucapkan Alhamdulillahirabbil 'Alamiin.
Maha Suci Allah yang mencintai hamba-hambanya yang bersyukur.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib